tugas kopi kapal api

STRATEGI MARKETING MIX KOPI KAPAL API

ABSTRAK

Persaingan industri bisnis kopi sudah semakin ketat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya para kompetitor yang semakin bermunculan dan saling menawarkan kelebihannya. Para pemain dalam industri semacam ini semakin berlomba-lomba menawarkan keunikan dan nilai lebih yang akan diberikan kepada konsumen baik dari segi produk, layanan, dan sebagainya.

Marketing mix dalam marketing merupakan suatu alat yang digunakan perusahaan untuk mencapai target marketing dalam pasar. Kopi Kapal Api merupakan kopi instanyang menunjukkan eksistensinya dengan mengoptimalkan unsur 4 P marketing mix (Produk, Harga, Distribusi, Promosi) yang kompetitif. Variasi rasa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau semua kalangan, ketersediaannya yang merata hampir di seluruh pelosok, serta strategi promosi yang edukatif dan kreatif mampu menarik konsumen dengan baik sehingga meraih market share sebesar 44,0 % pada tahun 2006 dan 44,3% pada tahun 2007.
Kata kunci : Kopi instan, marketing mix, Kopi Kapal Api.

 

 

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.       Latar Belakang

Saat ini, pasar kopi olahan sudah menjadi industri yang sangat terfragmentasi. Dengan lebih dari 500 perusahaan pengolahan kopi di Indonesia, maka tingkat persaingan di industri ini sudah pasti sangat tinggi. Secara garis besar, pemain di industri ini dapat dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu mereka yang menggarap pasar nasional dan mereka yang bermain di pasar-pasar lokal.

Dari sudut pandang permintaan, pasar kopi bubuk di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Dibandingkan dengan Amerika Serikat, konsumsi kopi per kapita per minggu di Indonesia hanyalah sekitar 20%-nya. Ini tentu saja merupakan indikator bagi daya tarik pasar.

Pangsa pasar kopi bubuk instant di negara kita hingga kini masih dikuasai Kapal Api Group yang diproduksi oleh PT. Santos Abadi Jaya. Perusahaan kopi bubuk yang tumbuh dari sebuah industri rumah tangga sederhana di Surabaya, lebih dari 81 tahun silam pada tahun 1927, itu kini menguasai mayoritas market share kopi bubuk domestik. Persaingan bisnis kopi di Indonesia cukup berat karena banyaknya pemain. Namun demikian karena tingkat konsumsi kopi Indonesia masih rendah, peluang industri ini sangat menjanjikan.

Saat ini terdapat sejumlah pemain untuk kategori produk kopi instan. Banyaknya kompetitor merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam persaingan dunia usaha. Dalam memasarkan suatu produk sangat diperlukan kepaduan 4P yaitu Product, Price, Place, Promotion. Strategi marketing mix dalam memenuhi kepuasan pelanggan dan mempertahankan awareness produk di mata pelanggan.

 

 

 

1.2.       Profil Perusahaan

PT Santos Jaya Abadi yang mewarisi tradisi sekental kopinya. Sebagai usaha keluarga pemilik merk kopi terbesar di Indonesia, akar perusahaan ini mulai tumbuh dari sebuah industri rumah tangga sederhana di Surabaya, di mana lebih dari 79 tahun silam pada tahun 1927, Sang Pelopor Go Soe Loet memproduksi kopi terkenalnya.

Dalam rentang waktu tak terlalu lama, perusahaan mulai memproduksi kopi dengan merk “Kapal Api” yang secara langsung mengaspirasikan simbol teknologi tertinggi dan kemewahan pada zaman tersebut. Lebih dari itu, inspirasi untuk senantiasa mengacu pada kualitas, menjadikan perusahaan mengalami kemajuan yang pesat dan berkelanjutan.

Pada tahun 1970, perusahaan melakukan perkembangan sekaligus perubahan. Generasi kedua mulai tampil untuk memastikan kelanjutan dan kesuksesan usaha dengan memperkenalkan mesin dan peralatan mutakhir, mengembangkan manajemen, meningkatkan keterampilan tenaga kerja serta memperluas penyebaran produk hingga tersedia di seluruh Jawa Timur.

Tahun 1980 kami membangun pabrik yang sekarang berada di Sepanjang, Sidoarjo, Jawa timur. Pada tahap ini, merk Kapal Api telah menjadi penyangga utama perusahaan yang tersebar rata di seluruh Indonesia sekaligus menjadi pemimpin pasar dengan rangkaian produk lengkapnya.

Melanjutkan sukses merk Kapal Api dan demi kepuasan pelanggan, PT Santos Jaya Abadi memperkenalkan beberapa merk kopi lain yang juga berhasil meraih sukses di pasaran, yaitu Excelso, ABC, Good Day, Ya dan Kapten. Hingga kini, PT Santos Jaya Abadi dengan rangkaian produknya telah menjadi bagian dari keseharian dan bahkan berlangsung dari generasi ke generasi.

 

 

 

BAB II

SEJARAH PERUSAHAAN, VISI, MISI, TUJUAN DAN STRATEGI PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK KOPI CELUP DYFEE

 

2.1.       Sejarah dan Profile Perusahaan

Nama perusahaan          : Kopi Indo Rasa
Badan hukum                : Perseroan Terbatas
Berdiri                           : 8 Agustus 2009
Alamat                           : Delta Silicon II Lippo Cikarang, Kavling
Industri, Jawa Barat, Kode Pos 17550                                                                               Luas bangunan              : 55,82 x 107,74 m atau sekitar 6000 m2
Luas perkebunan           : 35 hektar di Lampung

Modal Pendirian Perusahaan sekitar 3 triliun rupiah
Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM.,                  : Rp 1,25 trilyun (41.67%)
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, Msc.     : Rp 1,25 trilyun (41.67%)
Sinukaban Jordan Yahya                       : Rp. 500 milyar (16.67%)

 

2.2.       Visi, Misi, dan Tujuan Korporasi

Visi        : Menjadi perusahaan kopi instan terkemuka dan terbesar di dunia

Misi       : 1) Mengubah paradigma cara penyajian kopi instan dengan menawarkan kepraktisan kopi celup bercita rasa khas tinggi.

                2)  Market leader dalam pasar kopi instan.

3)  Menciptakan trend baru penyajian kopi untuk gaya hidup dinamis dan modern.

Tujuan   : 1)  Memenuhi kepuasan konsumen melalui kepraktisan penyajian kopi celup.

2)  Memaksimumkan profit perusahaan

Motto    : “ Bagi kami, Kepuasan konsumen adalah segalanya ”

 

 

2.3.       Struktur Organisasi

–    Direktur                                            : Sinukaban Jordan

–    Manajer Adm & Keuangan              : Ika Arsianti Dwi

–    Kabid Administrasi                          : Sanitianing Anggraini

–    Kabid Keuangan                               : Goldati Agritha

–    Manajer HRD                                   : Saiful Zafar

–    Kabid Recruitment                            : Husein Brando

–    Kabid Pengembangan SDM             : Ferry Handoko

–    Manajer Pemasaran                           : Renatalido Arios

–    Kabid Sales & Marketing                 : Susan Hanifa

–    Kabid Distribusi                               : Andrian

–    Kabid Promosi                                  : Alfredo Zebua

–    Manajer Produksi                              : Muhamad Irfan

–    Kabid Persiapan Bahan Baku           : Amir Santoso

–    Kabid Processing                             : Hendra Purnomo

–    Kabid Packaging & Storing             : Asep Sudarma

–    Manajer R & D                                 : Fajar Rachman

–    Manajer Perkebunan                         : Ateris Bilada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRUKTUR ORGANISASI

KOPI KAPAL API

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.4.       Kompetensi Inti dan Keunggulan Kompetitif Berkesinambungan Memberikan kepuasan pada penikmat kopi

  • Ø FIVE PRODUCT LEVEL :
  1. Manfaat Inti à mengutamakan kepraktisan penyajian
  2. Produk Inti à 2 Varian, yaitu 2 in 1 dan 3 in 1
  3. Produk yang Diharapkan à merebut pangsa pasar kopi instant
  4. Produk Tambahan à

–    Gula pada produk 2 in one

–    Susu pada produk 3 in one

5.  Produk Potensial

 

2.5.       Analisis Industri

Kopi instan yang menerapkan tahap proses dekafeinasi.

Intensitas konsumsi yang tinggi à indikasi positif dan pasar target yang besar
Peluang industri inilah yang dioptimalkan dalam menawarkan diferensiasi bentuk kopi instan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan kepraktisan dalam penyajiannya.

 

2.6.       Identifikasi Pemain Pasar

  • Ø Strategi Pemain Pasar :
  1. 1.    Nescafe    :

a)    Meningkatkan intensitas promosi baik melalui media cetak atau elektronik.

b)   Memberikan potongan harga khusus atau penurunan harga jual di tingkat konsumen akhir

  1. 2.    Indocafe:

a)    Strategi bertahan dengan memperbaiki performa produknya produknya

b)   Melakukan inovasi dengan membuat produk baru dengan cita rasa yang baik

c)    Memperluas jalur distribusi dan memanfaatkan potensi jalur  produksi

  1. 3.    Kapal Api:

a)    Unggul dalam popularitas merek dan daya tarik promosi

b)   Strategi menyerang dengan melakukan diversifikasi variasi rasa dengan memanfaatkan popularitas merek

  1. 4.    Kopi ABC:

a)    Strategi bertahan  di tingkat konsumen akhir

b)   Memanfaatkan loyalitas konsumen terhadap produknya

 

Market share Aktual Kopi Instan Aktual

Merek kopi bubuk

2007

2006

Kapal api

44,3%

44,0%

ABC

17,9%

17,5%

NESCAFE

10,5%

9,9%

TORABIKA

7,4%

8,7%

INDICAFE

6,3%

8,1%

YA

2,2%

2,3%

GOOD DAY

0,9%

0,6%

 

  • Ø Identifikasi Posisi Pemain Pasar

Kopi Kapal Api sebagai market leader sekaligus penantang pasar pada pasar kopi bubuk instan sedangkan sebagai pengikut pasar adalah produk kopi lainnya seperti kopi ABC, Nescafe, Torabika, dan Indocafe.
Kopi instan celup memiliki posisi sebagai market pioneer dalam hal diferensiasi produk dan sebagai pengikut pasar pada pasar kopi instan.

 

  • Ø Analisis Perusahaan

PT Kopi Indo Rasa ini ditunjukkan dengan kepemilikan modal yang besar dan sumber bahan Baku kopi yang diproduksi sendiri.

 

  • Ø Identifikasi Pelanggan

Mereka yang mempunyai aktivitas padat dan sangat mobile
Professional Muda, Eksekutif, dan pekerja keras atau workaholic
Rumah tangga yang menginginkan kepraktisan dalam penyajian.

 

  • Ø Identifikasi Strategi Kompetitif Perusahaan

Strategi penyerangan rusuk à pemusatan kekuatan diri untuk menyerang kelemahan pesaing.

Kekuatan Perusahaan :

–    Produk Inovatif

–    Penguasaan Teknologi

–    Modal Memadai

–    Penyediaan Bahan Baku

–    Jaringan Distribusi

Strategi sebagai penantang pasar, yaitu melakukan penyerangan kepada pemimpin pasar maupun pesaing lain secara agresif untuk mendapatkan pangsa pasar.

 

  • Ø Formulasi Strategis

1. Metode Penyajian

–    Praktis

  1. Tampilan Fisik (Teknologi)
  2. Komposisi Produk :

–    Two in one      : kopi dan gula

–    Three in One    : kopi, gula, susu

  1. Persentasi Komponen dalam Produk

–    Two in One :   Kopi bubuk     : 70%

Gula bubuk     : 30 %

–    Three in One : Kopi bubuk     : 55%

Gula bubuk     : 30%

Susu bubuk     : 15%

  1. Berat bersih Produk : 20 gram
  2. Membran pembungkus produk dan visualisasi
  3. Kemasan
  4. Sertifikasi :

–       Label Halal dari LPPOM MUI

Standar Nasional Indonesia (SNI)

International Standard Operation (ISO) Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)

 

2.7.       Fokus Produk dan Pasar

  1. Segmentasi

 

Frekuensi Minimum

KOPI

Peminum  Jarang

Preminum Sedang

Preminum Sering

DEMOGRAFI

Usia

Usia remaja

Usia dewasa

Usia tua

Pekerjaan

Mobile

Non mobile

Tingkat pendidikan

SMP/SMU

Perguruan Tinggi

Geografi

Masyarakat pedesaan

Masyarakat perkotaan

Status ekonomi

Tinggi pendapatan rendah

Tingkat pendapatan sedang

Tingkat pendapatan tinggi

 

  1. Target Pasar

Peminum kopi dengan frekuensi yang jarang atau pemula, dan peminum kopi sering.

 

Positioning

Positioning Dyffe adalah “pemenuhan keinginan konsumen akan kemudahan dan kepraktisan dalam menyajikan kopi instant”.

 

  1. Program – Program Pemasaran

Analisis Strategi Produk

Penurunan Biaya

Ciri (Unik)

Mutu (Spesifik)

Gaya (Tagline)

 

2.8.      Strategi Penetapan Harga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Saluran Distribusi

 

 

                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Analisis Strategi promosi

ü  Above the line

  1. TV
  2. Radio
  3. Bioskop
  4. Website

ü  Below the line

  1. Sponsorship event-event (olahraga, musik) mendirikan stand product sampling
  2. Outlet promosi di tempat strategis
  3. Strategi promosi : tahap pengenalan produk, penajaman brand dan brand reminder

 

 

                                        Analisis Strategi Promosi

 

 

 

            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.9.    STRATEGI MEMASUKI PASAR MANCANEGARA

Malaysia, Singapore, Saudi Arabia

Karena :

1).  Budaya hampir sama.

2).  Lokasi dekat dengan Indonesia.

a). Jalur paling efesien menuju konsumen.

b). Banyak WNI yang berdomisili di Malaysia.

3).  Strategi penyebaran produk ke mancanegara

a).   Bekerjasama dengan distributor produk Indonesia di negara tujuan

b).   Mengikuti pameran produk Indonesia di negara tujuan

c).   Sponsorship event-event strategis

 

  • DATA DAN PROYEKSI KEUANGAN

Sumber dan Nominal Pendanaan Investasi PT KIR

NO

Sumber Modal Dasar

Nominal (Rp)

Persentase %

1

Kirbrandoko 1,250,000,000,000

41.67

2

Ujang Sumarwan 1,250,000,000,000

41.67

3

Sinukaban Jordan 500,000,000,000

16.67

 

 

Investasi Aktiva Tetap Nominal
Tanah

200,000

Perkebunan Kopi

500,000

Bangunan dan Prasarana

250,000

Mesin dan Peralatan

1,000,000

Kendaraan Bermotor

50,000

Jumlah

2.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB III

KONDISI PERUSAHAAN DAN ANALISI SWOT

 

3.1.       Kondisi Perusahaan

Untuk mengetahui kondisi perusahaan saat ini digunakan dua pendekatan yaitu pendekataan tentang posisi perusahaan dan analisa tentang pemetaan produk.

 

Posisi Perusahaan

Untuk mengetahui posisi Perusahaan digunakan 2 (dua) analisa yaitu analisa internal digunakan mengindentifikasi Kekuatan (Streght) dan Kelemahan (Weakness) perusahaan yang dianggap strategi , dan analisa eksternal eksternal guna mengindentifikasikan factor- factor ekstenal perusahaan yang strategis dan menunjukan indikasi adanya kesempatan (Opportunity) dan Ancaman (Threat) bagi perusahaan. Terhadap faktor-faktor internal dan Eksternal strategis yang di identifikasikan tersebut, selanjutnya dilakukan pembobotan dan rating dengan menggunakan Matriks SWOT.

 

3.2.       Analisa Swot

Berdasarkan analisa internal dan eksternal diperoleh butir-butir kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan.Melalui proses pembobotan penilaian yang disepakati oleh yang berwenang di PT Santos Jaya Abadi (Kopi Kapal Api), maka dapat dilihat derajad pentingnya butir – butir. Strenght (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threat (Ancaman). Kemudian setelah diolah data, diperoleh bobot dan rating setiap unsut matriks SWOT. Berdasarkan setiap factor dari Strengh, Weakness, Opportunity, dan Threat diberi nilai 1,00. Sedangkan untuk Rating setiap Faktor diberi kriteria :

 

 

Untuk rating faktor Strength diberi kriteria :

  • Rating 1      : Sedikit Kuat
  • Rating 2      : Agak Kuat
  • Rating 3      : Kuat
  • Rating 4      : Sangat Kuat

 

Untuk rating faktor Weakness diberi kriteria :

  • Rating 1      : Sedikit Lemah
  • Rating 2      : Agak Lemah
  • Rating 3      : Lemah
  • Rating 4      : Sangat Lemah

 

Untuk rating faktor Threat diberi kriteria :

  • Rating 1      : Sedikit Mengancam
  • Rating 2      : Agak Mengancam
  • Rating 3      : Mengancam
  • Rating 4      : Sangat Mengancam

 

Untuk rating faktor Opportunity diberi kriteria :

  • Rating 1      : Sedikit Peluang
  • Rating 2      : Agak Peluang
  • Rating 3      : Peluang
  • Rating 4      : Sangat Peluang

 


 

Matriks SWOT Kearns

                  Eksternal

Internal

OPPORTUNITY TREATHS
 

STRENGTH

Comparative

Advantage

Mobilization
WEAKNESS

 

Divestment/Investment Damage Control

 

KUESIONER INTERNAL FAKTOR ANALISIS STRATEGI UNTUK MENGETAHUI KEKUATAN

FAKTOR STRATEGIK KEKUATAN

NILAI

BOBOT

RATING

SKOR

  1. Kemasan Produk yang menarik bagi Customer

3

0.23

3

0.69

  1. Penguasaan teknologi

 

2

0.15

3

0.45

  1. Kapasitas modal memadai

 

2

0.15

2

0.30

  1. Pasokan bahan baku milik sendiri

2

0.15

2

0.30

  1. Jaringan distribusi luas

 

4

0.30

4

1.20

Jumlah strength (kekuatan)

13

1.00

14

2.94

 

KUESIONER INTERNAL FAKTOR ANALISIS STRATEGI UNTUK MENGETAHUI KELEMAHAN

FAKTOR KELEMAHAN

NILAI

BOBOT

RATING

SKOR

  1. Posisi sebagai pemain baru dalam usaha kopi instan

3

0.23

4

0.92

  1. Menciptakan segmen konsumen baru yang menyukai nilai kepraktisan

3

0.23

3

0.69

  1. Promosi produk masih kurang

3

0.23

2

0.46

  1. Pemasaran produk belum merata ke semua wilayah

2

0.15

2

0.30

  1. Image / pencitraan produk masih kurang

2

0.15

3

0.45

Jumlah kelemahan

13

1.00

14

2.82

KUESIONER EKSTERNAL FAKTOR ANALISIS STRATEGI UNTUK MENGETAHUI PELUANG

FAKTOR PELUANG

NILAI

BOBOT

RATING

SKOR

  1. Segmen konsumen yang belum dilayani

3

0.21

2

0.42

  1. Potensi pasar kopi  instan yang besar

3

0.21

3

0.63

  1. Perluasan usaha baru

3

0.21

3

0.63

  1. Kondisi perekonomian yang mulai membaik

2

0.14

3

0..42

  1. Sebagai trend baru bagi pencinta kopi yang praktis dan mudah dalam penyajiannya

3

0.21

2

0.42

Jumlah peluang

14

1.00

13

2.52

 

KUESIONER EKSTERNAL FAKTOR ANALISIS STRATEGI

UNTUK MENGETAHUI ANCAMAN

FAKTOR ANCAMAN

NILAI

BOBOT

RATING

SKOR

  1. Adanya perusahaan pesaing

3

0.27

2

0.54

  1. Pangsa pasar kopi instan yang terbagi dalam proporsi sesuai dengan pemain.

2

0.18

3

0.54

  1. Adanya modus penipuan yang mengatas namakan Kapal Api

2

0.18

3

0.54

  1. Kondisi ekonomi yang tidak menentu

2

0.18

2

0.36

  1. Harga dari pesaing yang lebih terjangkau

2

0.18

2

0.36

Jumlah ancaman

11

1.00

12

2.34

 

 

  • Daftar skor swot
  1. Total skor kekuatan      2.94
  2. Total skor kelemahan  2.82
  3. Total skor peluang       2.52
  4. Total skor ancaman     2.34

 

Kuadran

Posisi Titik

Luas Matrik

Rangking

Prioritas Strategi

I

2.94 ; 2.82

8.29

1

Growth

II

2.82 ; 2.52

7.10

2

Stabilitas

III

2.52 ; 2.34

5.89

4

Penciutan

IV

2.34 ; 2.94

6.87

3

Kombinasi

 

Koordinat Analisis Internal:

(Skor Total Kekuatan – Skor Total Kelemahan): 2 =

(2.94 – 2.82): 2 = 0.06

Koordinat Analisis Eksternal :

(Skor Total Peluang – Skor Total Ancaman): 2 =

(2.52 – 2.34): 2 = 0.09

Jadi titik koordinal terletak pada titik (0.06; 0.09)


 

DIAGRAM SWOT

POSISI PERUSAHAAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

4.1    Kesimpulan

Kopi kapal Api berhasil dalam mengoptimalkan strategi marketing mix untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Inovasi produk terus dilakukan dengan differensiasi produk dengan variaasi rasa dan harga yang terjangkau konsumen. Konsumen diberi kemudahan untuk memperoleh produk di pasar dan tetap menjaga dan meningkatkan konsumen dengan menayangkan iklan maupun mengadakan kegiatan-kegiatan yang inovatif.

 

4.2    Saran

Kopi kapal Api harus selalu memperhatikan kompetitor-kompetitor yang ada. Kopi kapal Api harus tetap melakukan inovasi produk dan selalu menarik dan menjaga konsumen melalui promosinya, sehingga jika ada ancaman dari produk competitor, Kopi Kapal Api tetap dapat mempertahankan posisinya. Komunikasi pemasaran menjadi sangat penting karena masing-masing competitor akan terus melakukan inovasi bahkan saling tiru-meniru dalam rangka menaikan harga market share.


 

 

Penjelasan diagram SWOT adalah sebagai berikut :

  • Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
  • Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
  • Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
  • Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.

Berdasarkan diagram bobot dan rating setiap unsure matrik SWOT sebagaimana disajikan diatas maka dapat diketahui bahwa posisi organisasi pada saat ini berada pada kuadran I yaitu Kuadran STABILITAS dimana strategi yang bisa digunakan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.

  • Beberapa bagian yang harus diambil untuk mendukung prioritas yang dipilih yang tinjau dari matrix SWOT :

Prioritas Utama PT Kopi Kapal Api ini adalah berusaha mempertahankan keberadaannya sebagai pemimpin pasar untuk kopi instan terbesar dan terkemuka di Indonesia dan dunia, memposisikan dirinya sebagai perusahaan kopi kapal Api berkelas-dunia, dan menjadi pemain global dalam dunia.

  1. Strategi yang perlu diambil untuk menunjang prioritas utama (S O) adalah dengan :
    1. Mempertahankan kekuatan / keunggulan dari produk yang diberikan ke konsumen

 

Prioritas kedua yang dipilih adalah terletak pada Penciptaan produk baru.

b. Strategi yang perlu diambil untuk menunjang prioritas kedua (O W) adalah dengan:

  1. Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam menciptakan aneka rasa kopi
  2. Meningkatkan SDM
  3. Mempromosikan produk baru tersebut ke masyarakat

Prioritas ketiga yang dipilih adalah terletak pada Penciutan Bisnis.

c. Strategi yang perlu diambil untuk menunjang prioritas ketiga (W T) adalah dengan :

  1. Mempertahankan segmentasi pasar yang ada dengan menciptakan produk-produk terbaru dengan segala inovatif yang dapat menarik minat masyarakat.

Prioritas keempat yang dipilih adalah terletak pada Diversifikasi Konglomerasi.

d.  Strategi yang perlu diambil untuk menunjang prioritas keempat (T S) adalah  dengan :

  1. Karena pada kuadran pertama ini perusahaan dituntut menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada untuk menginovasi beraneka ragam kemasan kopi untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.

 

  • Program-program atau strategi yang dapat direncanakan untuk mengembangkan intuisi  :

 

 

 

 

 

 

 

 

   

Kekuatan

Kelemahan

   
  • Kemasan produk yang inovatif dan menarik bagi masyarakat
  • Jaringan distribusi yang  luas
  • posisinya sebagai pemain baru dalam pasar kopi instan.
  • Beberapa kedai kopi kapal api kurang dikenal masyarakat karena publikasai dan jumlah yang sedikit
Peluang
  • Sebagai trend baru bagi pencinta kopi yang praktis dan mudah dalam penyajiannya
  • Potensi pasar kopi  instan yang besar
  • Pengembangan kopi dengan cara praktis dan menjadi kopi instan yang terbesar di dunia.
  • Kondisi ekonomi yang tidak menentu.
 
Ancaman
  • Pangsa pasar kopi instan terbagi kedalam proporsi sesuai dengan jumlah pemain
  • Persaingan produk kopi di Indonesia cukup ketat
  • Banyaknya media baru dan tingginya promosi competitor
  • Relationship yang baik dengan customer
 
  • Promosi produk baru  yang kurang memuaskan konsumennya.

 

 

 

 

 

 

Aktivitas

Output

Outcome

Impact (Dampak)

  1. Mengembangkan kemasan produk kopi instan baru
  • Produk kemasan baru kopi celup
Meningkatkan pendapatan melalui produk baru ini Masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan produk kapal Api

 

Unit

Key Performance Indikator (KPI)

Ukuran

Base Line

Sasaran

Realisasi

%

Pencapaian

Skor Kinerja

Hasil

(Th. 2003)

Waktu

Hasil

(Th. 2004)

Waktu

  1. Produk kopi celup Dyfee

 

Daya  tarik masyarakat /customer semakin meningkat

semakin banyak masyarakat/pencinta kopi, memilih kopi instan yang lebih praktis disajikan

0

124.2 Milyard

1 tahun

181.4 Milyard

1 tahun

0.46%

 

 


 

Contoh kemasan baru

 

 

 

 


 

TUGAS UJIAN AKHIR

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

PT. KAPAL API, Tbk

 

 

 

Oleh

JUVINAL DA SILVA

01209038

 

FAKULTAS EKONOMI

MANAJEMEN

UNIVERSITAS NAROTAMA

SURABAYA

2012


 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan atas perkenan-Nya, kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Sistem Pengendalian Manajemen ini. Dalam mengerjakan tugas ini dapat menambah wawasan bagi mahasiswa dan dapat digunakan sebagai persyaratan dalam mengikuti ujian akhir semester (UAS).

Dalam menyelesaikan tugas ini penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: dosen mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen  pak Wahyu Ari, dan juga kepada teman-teman yang telah memberikan saran dan masukan.

Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam membuat tugas ini, oleh karena itu saran dan masukan akan menjadi bahan pertimbangan bagi penulis. Semoga tugas Sistem Pengendalian Manajemen ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.

 

Surabaya, 13 Januari 2012

 

 

 

 

 

ii


 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. iii

ABSTRAK………………………………………………………………………………………………… 1

BAB I        PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang………………………………………………………………….. 2

1.2.       Profil Perusahaan……………………………………………………………….. 3

BAB II…… SEJARAH PERUSAHAAN, VISI, MISI, TUJUAN DAN STRATEGI

……………… PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK KOPI CELUP

……………… DYFEE

1.1.       Sejarah dan Profil Perusahaan……………………………………………… 4

1.2.       Visi, Misi, dan Tujuan Korporasi…………………………………………. 4

1.3.       Struktur Organisasi…………………………………………………………….. 5

1.4.       Kompetensi Inti dan Keunggulan Kompetitif Berkesinambungan

Memberikan Kepuasan Pada Penikmat Kopi…………………………. 7

1.5.       Analisis Industri………………………………………………………………… 7

1.6.       Identifikasi Pemain Pasar……………………………………………………. 7

1.7.       Fokus Produk dan Pasar…………………………………………………….. 10

1.8.       Strategi Penetapan Harga…………………………………………………… 11

1.9.       Strategi Memasuki Pasar Mancanegara………………………………… 13

BAB III…. KONDISI PERUSAHAAN DAN ANALISIS SWOT

3.1. . Kondisi Perusahaan…………………………………………………………… 15

3.2… Analisa Swot……………………………………………………………………. 15

BAB IV…. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.       Kesimpulan………………………………………………………………………. 21

4.2.       Saran……………………………………………………………………………….. 21

DAFTAR PUSTAKA

iii

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>